Penerapan tidak semua orang tua terutama ibu bekerja

          Penerapan
waktu sekolah 8 jam sehari dalam 5 hari seminggu dan dua kali libur (Sabtu dan
Minggu). Alasan penerapannya yaitu agar siswa tidak menjadi nakal seperti
tawuran atau penyimpangan lainnya ketika pulang sekolah. Ini dikarenakan orang
tua yang masih belum pulang bekerja sehingga tidak bisa memantau atau mengawasi
anak dengan baik. Di satu sisi memang penerapan ini menguntungkan para orang
tua yang sibuk bekerja sampai sehari penuh. Namun di sisi lain, tidak semua
orang tua terutama ibu bekerja di kantor dari pagi sampai sore dan memiliki
lebih banyak waktu bersama anaknya ketika di rumah.          Untuk meminimalisirkan
penyimpangan siswa yang berisfat negatif di lingkungan luar sekolah seperti
tawuran dan kenakalan remaja lainnya. Siswa juga memiliki jam yang lebih
produktif dilakukan untuk kegiatan positif lainnya seperti belajar lebih lama
daripada digunakan untuk bermain yang bersifat negatif.  Dan juga diterapkannya penerapan ini maka
siswa akan menghabiskan lebih banyak waktunya di sekolah. Hal ini memudahkan
guru dalam mengontrol dan mengawasi perilaku siswanya dan menjauhkan pengaruh
yang tidak baik dari lingkungan sekitar. Ini juga merupakan cara efektif dalam
membentuk siswanya menjadi pribadi yang berkarakter.

 

Sekolah 8 jam dalam 5 hari seminggu
atau biasa disebut full day school
adalah program sekolah yang menyelenggarakan proses belajar mengajar di sekolah
selama sehari penuh. Umumnya sekolah yang menyelenggarakan pendidikan full day
school dimulai pukul 07.00 sampai 16.00. Pendidikan atau kegiatan belajar
mengajar dijalankan hamper sehari penh muali dari pagi hari hingga menjelang
sore hari. Adapun pro dan kontra dari penerapan full day school yang terdapat
dampak positif dan negatifnya terhadap para murid di sekolah.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Dampak
negatif yang biasa dikeluhkan oleh para siswa yaitu mereka merasa jenuh dikarenakan
kemampuan otak siswa memiliki batas tertentu untuk memahami pelajaran. Belajar
yang dilakukan dalam jangka waktu lama juga tidak baik menurut pisokolog.
Penerapan ini dikhawatirkan bisa membuat siswa jenuh untuk belajar atau
menerima ilmu dalam jangka waktu yang lama yang membuat siswa sulit menangkap
materi atau pelajaran yang disampaikan guru. Penerapan full day school juga
dapat mempengaruhi kesehatan siswa karena mereka membutuhkan tenaga serta
pikirannya di sekolah untuk menuntut ilmu sepanjang hari dari pagi hingga sore
hari. Banyak juga siswa yang jatuh sakit yang disebabkan karena daya tahan
tubuh yang menurun akibat terlalu lelah sehingga menyebabkan siswa mungkin pada
esok hari tidak dapat mengikuti pelajaran. Belum lagi banyaknya tugas yang
harus dikerjakan di rumah (PR) sehingga siswa bisa terganggu dalam kesehatan
pikiran dan mentalnya. Dalam kurun waktu 8 jam sehari, jam istirahat biasanya
hanya 2 kali yang masing-masing hanya sekitar 30-45 menit. Bagi kebanyakan
siswa dalam waktu tersebut siswa belum merasa puas dalam beristirahat setelah
menerima pelajaran yang cukup banyak. Full day school juga memiliki beberapa
dampak positif seperti banyak menghabiskan waktu bersama teman sebaya di
sekolah dan juga menjadi lebih dekat antara siswa dengan siswa yang lainnya
sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih baik. Dan orang tua
juga memberikan uang saku kepada anaknya yang lebih agar kebutuhan seperti
makan dan minum terpenuhi.